IMPLEMENTASI K-MEANS UNTUK PENENTUAN KEPUTUSAN PENJUALAN JUS (STUDI KASUS CAFÉ JUS XYZ)

IMPLEMENTATION OF K-MEANS FOR JUICE SALES DECISION-MAKING (CASE STUDY: XYZ JUICE CAFÉ)

Authors

  • Alfred Yulius Arthadi Putra Universitas Widya Dharma Pontianak
  • Fredrikus Suarezsaga Universitas Widya Dharma Pontianak
  • Kristina Universitas Widya Dharma Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.52972/hoaq.vol16no2.p247-253

Keywords:

K-Means, Klasterisasi Penjualan, Rekomendasi Menu, Sistem Pendukung Keputusan

Abstract

Usaha penjualan jus buah oleh Café Jus XYZ (nama usaha disamarkan) di Pontianak, Kalimantan Barat menghadapi persaingan yang ketat akibat banyaknya usaha serupa. Kondisi ini menuntut pemilik melakukan pengambilan keputusan berbasis data untuk menentukan prioritas promosi dan pengelolaan stok bahan baku. Penelitian ini memanfaatkan algoritma K-Means untuk mengelompokkan performa menu berdasarkan data transaksi penjualan yang diambil dari sistem kasir periode Juli–September 2025 sebanyak 1.250 transaksi. Data transaksi berbentuk daftar item per transaksi, sehingga dilakukan proses pemisahan item dan agregasi untuk memperoleh jumlah transaksi yang memuat tiap menu. Dari 13 menu yang tersedia, terdapat 10 menu yang tercatat terjual pada periode pengamatan dan digunakan dalam analisis. Hasil K-Means dengan k=3 menghasilkan tiga kategori, yaitu Penjualan Tinggi, Penjualan Sedang, dan Penjualan Rendah. Menu Mango menjadi satu-satunya menu pada kategori Penjualan Tinggi. Enam menu (Avocado, Green Tea, Melon, Melon Lychee, Red Guava, dan Watermelon) masuk kategori Penjualan Sedang, sedangkan tiga menu (Apple, Cookies n Cream, dan Orange) masuk kategori Penjualan Rendah. Selain menghasilkan klaster, kualitas klaster dievaluasi menggunakan metrik internal (WCSS, Silhouette, Davies-Bouldin, dan Calinski-Harabasz) untuk mendukung pemilihan jumlah klaster. Hasil klaster menjadi dasar rekomendasi promosi dan evaluasi menu bagi Café Jus XYZ.

 

The fruit juice sales business of Café Jus XYZ (business name anonymized) in Pontianak, West Kalimantan, faces intense competition due to the large number of similar businesses. This condition requires data-driven decisions to prioritize promotions and manage raw-material inventory. This study applies the K-Means algorithm to group menu performance using sales transaction data collected from the point-of-sale system during July–September 2025 (1,250 transactions). Each transaction contains a list of purchased items; therefore, the data are split into individual items and aggregated to obtain the number of transactions containing each menu. Although the café offers 13 menu variants, only 10 menus were sold during the observation period and were included in the analysis. The K-Means result with k=3 produces three categories: High, Medium, and Low Sales. Mango is the only menu item in the High Sales category. Six menu items (Avocado, Green Tea, Melon, Melon Lychee, Red Guava, and Watermelon) belong to the Medium Sales category, while three items (Apple, Cookies n Cream, and Orange) fall into the Low Sales category. In addition to clustering, cluster quality is evaluated using internal metrics (WCSS, Silhouette, Davies-Bouldin, and Calinski-Harabasz) to support the choice of the number of clusters. The clustering output is then used to derive recommendations for promotion and menu evaluation.

References

V. Arinal and I. Rusmarhadi, “Implementasi Data Mining Untuk Menentukan Strategi Penjualan Produk Umkm Raja Geprek pada Pola Pembelian Konsumen Menggunakan Algoritma Apriori,” INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science, vol. 7, no. 5, pp. 1482–1494, Sep. 2024, doi: 10.31539/intecoms.v7i5.11673.

T. Wahyudi, N. Sa’adah, and D. Puspitasari, “Penerapan Metode K-Means pada Data Penjualan Untuk Mendapatkan Produk Terlaris Di PT. Titian Nusantara Boga,” Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 5, no. 1, pp. 228–236, 2023.

A. Salsabiela, A. P. Kuncoro, P. Subarkah, and P. Arsi, “Rekomendasi Restock Barang di Toko Pojok UMKM Menggunakan Algoritma K-Means Clustering,” Journal of Technology and Informatics (JoTI), vol. 5, no. 2, pp. 87–92, Apr. 2024, doi: 10.37802/joti.v5i2.554.

B. K. Padang and R. Kurniawan, “Clustering Data Penjualan Kopi Sidikalang Menggunakan Metode K-Means,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 4, no. 8, pp. 1188–1197, Aug. 2025, doi: 10.55681/sentri.v4i8.4400.

K. Tabianan, S. Velu, and V. Ravi, “K-Means Clustering Approach for Intelligent Customer Segmentation Using Customer Purchase Behavior Data,” Sustainability, vol. 14, no. 12, p. 7243, Jun. 2022, doi: 10.3390/su14127243.

A. Nugraha, O. Nurdiawan, and G. Dwilestari, “Penerapan Data Mining Metode K-Means Clustering Untuk Analisa Penjualan Pada Toko Yana Sport,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), vol. 6, no. 2, pp. 849–855, Nov. 2022, doi: 10.36040/jati.v6i2.5755.

S. D. Prasetiani and N. Rochmawati, “Penerapan Data Mining Untuk Clustering Menu Favorit Menggunakan Algoritma K-Means (Studi Kasus Kedai Expo),” Journal of Informatics and Computer Science (JINACS), vol. 3, no. 03, pp. 278–286, Jan. 2022, doi: 10.26740/jinacs.v3n03.p278-286.

R. Riadi and Mesran, “Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma K-Means Untuk Analisa Penjualan Parfume,” Journal of Informatics, Electrical and Electronics Engineering, vol. 2, no. 4, pp. 138–145, Jun. 2023, doi: 10.47065/jieee.v2i4.1181.

A. N. M. Hadi Yansah, E. Y. Puspaningrum, and A. M. Rizky, “Implementasi Kombinasi Metode Rfm Dan Algoritma K-Means Untuk Klasterisasi Penjualan Minuman Kemasan,” Prosiding Seminar Nasional Informatika Bela Negara, vol. 2, pp. 122–126, Nov. 2021, doi: 10.33005/santika.v2i0.96.

A. Y. A. Putra, “Studi Komparasi Algoritma Apriori, Eclat, dan FP-Growth Untuk Pendukung Keputusan di Café Jus Xyz,” HOAQ (High Education of Organization Archive Quality)?: Jurnal Teknologi Informasi, vol. 16, no. 1, pp. 92–100, May 2025, doi: 10.52972/hoaq.vol16no1.p92-100.

P. J. Rousseeuw, “Silhouettes: A graphical Aid to The Interpretation and Validation of Cluster Analysis,” Journal of Computational and Applied Mathematics, vol. 20, pp. 53–65, Nov. 1987, doi: 10.1016/0377-0427(87)90125-7.

M. Gagolewski, M. Bartoszuk, and A. Cena, “Are cluster Validity Measures (in) Valid?,” Information Sciences, vol. 581, pp. 620–636, Dec. 2021, doi: 10.1016/j.ins.2021.10.004.

D. Chicco, A. Campagner, A. Spagnolo, D. Ciucci, and G. Jurman, “The Silhouette coefficient and the Davies-Bouldin index are more informative than Dunn index, Calinski-Harabasz index, Shannon entropy, and Gap statistic for unsupervised clustering internal evaluation of two convex clusters,” PeerJ Computer Science, vol. 11, p. e3309, Nov. 2025, doi: 10.7717/peerj-cs.3309.

Downloads

Published

16-12-2025

How to Cite

Putra, A. Y. A., Suarezsaga, F., & Kristina. (2025). IMPLEMENTASI K-MEANS UNTUK PENENTUAN KEPUTUSAN PENJUALAN JUS (STUDI KASUS CAFÉ JUS XYZ): IMPLEMENTATION OF K-MEANS FOR JUICE SALES DECISION-MAKING (CASE STUDY: XYZ JUICE CAFÉ). HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi, 16(2), 247–253. https://doi.org/10.52972/hoaq.vol16no2.p247-253