ANALISIS SENTIMEN PEMBANGUNAN IBU KOTA NEGARA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES, DAN K-NEAREST NEIGHBOR
DOI:
https://doi.org/10.52972/hoaq.vol15no2.p151-157Keywords:
IKN, Analisis Sentimen, Naive Bayes, K-Nearest NeighborAbstract
Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Indonesia telah menarik perhatian publik secara luas dan menjadi topik diskusi di media sosial, termasuk platform YouTube. Untuk memahami sentimen publik terkait proyek ini, penelitian ini menggunakan dua metode pembelajaran mesin, yaitu K-Nearest Neighbors (KNN) dan NAÏVE BAYES. Data diperoleh dari komentar-komentar di YouTube yang kemudian diproses melalui beberapa tahapan, termasuk pembersihan data (preprocessing), tokenisasi, dan pembagian menjadi data latih serta data uji. Proses pembersihan melibatkan penghapusan elemen-elemen yang tidak relevan, seperti tanda baca, angka, dan spasi berlebih, untuk meningkatkan kualitas data. Setelah itu, proses tokenisasi mengubah teks menjadi kumpulan kata yang dapat dianalisis oleh model. Data ini kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu data latih yang digunakan untuk melatih model dan data uji yang digunakan untuk mengukur kinerjanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa NAÏVE BAYES mencapai akurasi sebesar 0.6 dengan persentase 60%, performa yang konsisten dalam mengklasifikasikan berbagai kelas sentimen, terutama untuk sentimen netral dan positif. Di sisi lain, KNN menunjukkan akurasi yang jauh lebih rendah, sebesar 0.3 dengan persentase 23%, precision antar kelas yang kurang stabil dimana precision kelas 1 (netral) sangat rendah sebesar 0.21. Perbandingan ini mengindikasikan bahwa NAÏVE BAYES lebih akurat daripada KNN dalam mengidentifikasi sentimen publik terkait proyek IKN, sehingga lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam analisis sentimen untuk studi-studi serupa.
The development of Indonesia's new capital city (IKN) has garnered widespread public attention and become a topic of discussion on social media platforms, including YouTube. To understand public sentiment regarding this project, this study employs two machine learning methods, namely K-Nearest Neighbors (KNN) and NAÏVE BAYES. Data were collected from YouTube comments and processed through several stages, including data cleaning (preprocessing), tokenization, and splitting into training and testing datasets. The cleaning process involved removing irrelevant elements such as punctuation marks, numbers, and excessive whitespace to improve data quality. Following this, tokenization transformed the text into a set of words that could be analyzed by the models. The data were then divided into two parts: the training dataset used to train the models and the testing dataset used to evaluate their performance. The analysis results showed that NAÏVE BAYES achieved an accuracy of 0.6 or 60%, demonstrating consistent performance in classifying various sentiment classes, especially for neutral and positive sentiments. On the other hand, KNN exhibited a significantly lower accuracy of 0.3 or 23%, with unstable precision across classes, particularly a very low precision of 0.21 for the neutral class. This comparison indicates that NAÏVE BAYES is more accurate than KNN in identifying public sentiment regarding the IKN project and is therefore recommended for use in similar sentiment analysis studies.
References
S. Lestari, M. Mupaat, dan A. Erfina, “Analisis Sentimen Masyarakat Indonesia terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia pada Twitter,” JUSIFO J. Sist. Inf., vol. 8, no. 1, hlm. 13–22, Jun 2022, doi: 10.19109/jusifo.v8i1.12116.
A. Supian, B. Tri Revaldo, N. Marhadi, L. Efrizoni, dan R. Rahmaddeni, “Perbandingan Kinerja Naïve Bayes dan SVM pada Analisis Sentimen Twitter Ibukota Nusantara,” J. Ilm. Inform., vol. 12, no. 01, hlm. 15–21, Mar 2024, doi: 10.33884/jif.v12i01.8721.
C. Huda dan M. Betty Yel, “Analisa Sentimen Tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) dan Naïve Bayes,” J. Ilmu Komput. Dan Sist. Inf. JIKOMSI, vol. 7, no. 1, hlm. 126–130, Feb 2024, doi: 10.55338/jikomsi.v7i1.2846.
S. D. Prasetyo, S. S. Hilabi, dan F. Nurapriani, “Analisis Sentimen Relokasi Ibukota Nusantara Menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan KNN,” J. KomtekInfo, hlm. 1–7, Jan 2023, doi: 10.35134/komtekinfo.v10i1.330.
J. Muliawan dan E. Dazki, “Sentiment Analysis of Indonesia’s Capital City Relocation Using Three Algorithms: Naïve Bayes, KNN, and Random Forest,” J. Tek. Inform. Jutif, vol. 4, no. 5, hlm. 1227–1236, Okt 2023, doi: 10.52436/1.jutif.2023.4.5.1436.
S. Husyen dan A. Yusnita, “Analisis Sentimen Pemindahan Ibu Kota Negara pada Platform Youtube Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier,” vol. 28, no. 2, hlm. 1410–3737, Des 2024, doi: 10.46984/sebatik.v28i2.0000.
R. K. Septiani, S. Anggraeni, dan S. D. Saraswati, “Klasifikasi Sentimen Terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Media Sosial Menggunakan Naive Bayes,” TEKNIKA, vol. 16, no. 02, hlm. 245-254, 2022.
H. D. A. Assyam dan F. N. Hasan, “Analisis Sentimen Twitter Terhadap Perpindahan Ibu Kota Negara Ke IKN Nusantara Menggunakan Orange Data Mining”. KLIK, vol. 4, no. 1, hlm. 341–349, Agu 2023, doi: 10.30865/klik.v4i1.957.
A. Kurniawan dan S. Waluyo, “Penerapan Algoritma Naive Bayes Dalam Analisis Sentimen Pemindahan Ibukota pada Twitter,” Pros. Semin. Nas. Mhs. Fak. Teknol. Inf., vol. 1, no. 1, hlm. 455–461, Sep 2022.
J. Dermawan, Y. Yusra, M. Fikry, S. Agustian, dan L. Oktavia, “Klasifikasi Sentimen Terhadap Topik Pindah Ibu Kota Negara pada Twitter Menggunakan Metode Naïve Bayes Classifier,” J. Sist. Komput. dan Inform. JSON, vol. 5, no. 3, hlm. 600, Mar 2024, doi: 10.30865/json.v5i3.7475.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi diterbitkan berdasarkan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Lisensi ini memungkinkan setiap orang untuk Berbagi: menyalin dan mendistribusikan kembali materi ini dalam format atau bentuk apapun; Adaptasi: merombak, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk keperluan apa pun, termasuk keperluan komersial, asalkan mereka memberikan pengakuan kepada Penulis Asli atas hasil karya aslinya.











