INOVASI BUBU DASAR MENJADI JEBAKAN GANDA GUNA GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TANGKAPAN IKAN DASAR PADA PERAIRAN BOLOK.
Keywords:
Inovasi, Bubu Dasar, TangkapanAbstract
Bubu adalah alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap didalam air untuk jangka waktu tertentu. Bubu dasar digunakan nelayan-nelayan tradisional di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Bolok, Alor, Flores Timur dan daerah NTT lainnya. Hal ini dikutip dari tanyangan Trans 7, hari Sabtu, 20/10/2012, dalam acara Jejak Petualangan. Pengoperasian bubu dengan umpan dan konstruksi funnel yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan laut dalam (Susanto,et all, 2012). Penggunaan umpan pada pengoperasian suatu alat tangkap berfungsi untuk mengundang atau merangsang ikan sehingga sistem pengoperasian yang dilakukan lebih efektif. Pelaksanaan Kajian dari kegiatan”Inovasi bubu dasar, menjadi jebakan ganda”, dilakukan dengan menggunakan metode sebagai berikut, studi eksplorasi, pengolahan data dan pra-rancangan, perancangan, pembuatan, rancangan penelitian, teknik dan metode pengumpulan data, dan analisa data. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK pola faktorial dengan beberapa variabel yang dikaji. Ada pun waktu penelitian 3 bulan dan bertempat di Bolok Kupang sebagai tempat pemasangan bubu dan Lab. Perawatan dan Perbaikan sebagai tempat pembuatan bubu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan beberapa variabel yang dikaji. Untuk mengetahui seberapa jumlah tangkapan dan membawah keuntungan bagi nelayan. Ada pun variabel-variabel yang akan dikaji yakni : kedalaman air, ada 3 variasi yakni 10, 15 dan 20 m, lamanya waktu pengamatan 3 bulan setiap tahunnya. Variabel tak bebas (dependent) yakni jumlah ikan yang ditangkap. Setelah dikaji diketahui jumlah tangkapan terendah sebesar 0,20 kg, pada kedalaman 10 meter di hari kelima, pada bulan Oktober, sedangkan jumlah tangkapan tertinggi adalah 0.64 kg, dihari ketujuh pada kedalaman 20 meter, dibulan Oktober juga. Untuk itu dibutuhkan kajian lanjutan ditahun 2016, pada dimensi jebakan ganda yang lebih besar yakni panjang 1000 cm dan tinggi 300 cm. Agar hasil kajian nanti dapat dibandingkan dengan tepat jenis umpan yang ditahun 2015, digunakan kembali ditahun 2016. Hal ini dikarenakan ikan yang menjadi sasaran tangkapan memiliki kebiasaan makan yang berbeda dengan jenis ikan yang lainnya.
References
Anonymous, 2012, Jejak Petualangan, Trans 7, Hari Sabtu, 20/10/2012, jam 19:34:03 WIB
Genisa Samad Abdul Mayunar, 2002, Budidaya Ikan Kakap Putih, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
Miller, R. J (1995), Option for Reducing Bycatch in Lobster and Crab Pots, Procedings of The International Symposium On Biologi Manajemen and Economics of Crabs Fron High Latitude Habitats, Anchorage Alaska, USA; P. 163-168
Monintja D. R., dan M. Bahrudin, 1996, Ketentuan Pelaksanaan Perikanan Yang Bertanggung Jawab (Code of Conduct for Responsible fisheries). Marine Resources Evolution and planning (MREP), Marine and Coastal Ecological System and Processes (MCESP). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, 47 hlm
Purbayanto A, Susanto A, Husni E. 2007. Pengaruh Penggunaan Umpan dan Konstruksi Funnel terhadap Hasil Tangkapan Bubu Laut Dalam di Teluk Pelabuhanratu.
Rahmawati Aryani, 2007, Pengaruh Jenis Umpan dan Kedalaman Perairan yang Berbeda Pada Alat Tangkap Bubu Rajungan Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Wilayah Perairan Brondong Lamongan Jawa Timur, Jawa Timur
Rumajar T. P., 2002, Pendekatan Sistem untuk Pengembangan Usaha Perikanan Ikan Karang dengan Alat TangkapBubu di Perairan Tanjung manimbaya kabupaten Donggala, Sulawesi tenggah, Tesis 79 hlm
Susanto Eko, Boesono Herry, Fitri Aristi, 2012, Pengaruh Perbedaan Penggunaan Umpan terhadap Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (kastsuwonus pelamis) pada Alat Tangkap Huhate di Perairan Ternate Maluku Utara, Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, Vol 1, No 1 (2012)
Stefanus, Hendrosudjono, 1978, Mekanika Teknik 2, Bandung , Pol-Man ITB [10] Titherington D., J. G. Rimmer, 1984, Mekanika Terapan, Terjemahan oleh Dra. Lea Prasetyo, M.Sc, Erlangga, Surabaya


