KONTRIBUSI PEMBINAAN GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DAN TEAMWORK TERHADAP EFEKTIVITAS MADRASAH (Studi Pada Madrasah Aliyah Negeri di Provinsi NTT)
Keywords:
guru, madrasah, simple random sampling, teamworkAbstract
Salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan pendidikan adalah guru. Karena guru merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan tersebut, guru memiliki peranan yang sangat dominan dalam kegiatan pendidikan, oleh karena itu guru dituntut memiliki keterampilan dan dapat mengembangkan diri sejalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan guru memerlukan pembinaan-pembinaan yang lebih baik dari pada seorang kepala sekolah , dalam meningkatkan kinerja mereka, begitu pula dengan kerja sama tim. Teamwork sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda organisasi sekolah, karena tim merupakan perkumpulan orang-orang yang anggotanya memiliki kesamaan tujuan, sehingga dengan adanya tim kerja akan memberikan nilai positif terhadap pencapaian tujuan yang diinginkan. Salah satu tujuan bersama yang diinginkan dalam organisasi sekolah adalah efektivitas Madrasah. Namun demikian gambaran kongkrit mengenai konstribusi yang disumbangkan oleh berbagai faktor terhadap efektivitas Madrasah, terutama pembinaan guru oleh kepala sekolah dan teamwork tersebut, belumlah jelas sehingga perlu diungkapkan dan disampaikan. Berdasarkan rasional dan masalah tersebut diatas, penilitian ini bertuajuan untuk mengetahui konstribusi pembinaan guru oleh kepala sekolah dan teamwork efektivitas Madrasah aliyah negeri di NTT. Penelitian ini dilakukan pada Madrasah negeri aliyah di NTT. Landasan teoritis dalam penilitian ini adalah teori pendidikan, teori manejemen dan konsep mutu, teori kepemimpinan dan organisasi. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional, dengan responden guru sebanyak 100 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik acak sederhana (simple random sampling). Instrument untuk menjaring data efektivitas Madrasah, pembinaan kepala sekolah dan teamwork menggunakan kuesioner. Instrument penelitian berbentuk kuesioner divalidasi dengan menggunakan analisis butir korelasi pearson dan reliabilitas total butir menggunakan koefisien Alpha (Alpha Cronbach). Analisis data menggunakan teknik regresi parsial dan regresi jamak. Hasil penelitian menyimpulkan: (1) Terdapat kontribusi positif dan signifikan antara pembinaan guru oleh kepala sekolah terhadapefektivitas Madrasah; (2) Terdapat kontribusi positif dan signifikan teamwork terhadap efektivitas Madrasah; dan (3) Terdapat kontribusi positif dan signifikan pembinaan guru oleh kepala sekolah dan teamwork secara bersama-sama terhadap efektivitas Madrasah. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa antara pembinaan guru dan kepala sekolah dan teamwork baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama mempunyai kontribusi positif dan signifikan dengan efektivitas Madrasah. Oleh karena itu, sebagai implikasinya, unntuk meningkatkan efektivitas Madrasah dapat dilakukan dengan meningkatkan upaya pembinaan guru oleh kepala sekolah dan teamwork, baik secara sendiri maupun bersamasama.
References
Abdullah, Abdurrahman Saleh. (2005). Teoriteori PendidikanBerdasarkan Al-Qur’an. Jakarta: Rineka Cipta.
Agustian, Ari Ginanjar. (2001). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Pratik. Jakarta: Rimba Cipta.
Admosudirdjo, S.P (1980). A Brief History of the Education and Training of The IndonesianAdministrator. Erasmus University.
Azizy, Qadry, dan Abdurrahman Saleh, (2004). Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa, Jakarta: PT. Radja Grafindo Persada.
Azra, Azyumardi. (2002). Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan Demokrasi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Bapadal I,. (1992). SupervisiPengajaran Teori dan Aplikasinya Dalam MembinaProfesionalisme Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Barbara, MacGilchrist, et. al., (2004). The Intelligent school, London: Sage Publications.
Bernadib, Imam. (1988). Ke arah perspektif Baru Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan.
Black, Thomas R. (1999) Doing Quantitative Research In The Shool Sciences: An Integrated Approach to Research Design, Measurement and Statistics. London: Sage Publication.
Bouee, Courtland L. (1993). Manegement. New York: McGraw-Hill Inc.
Bush, Tony dan Less Bell, (ed). (2002) The Principles and Practice of Educational Management. London: Paul Chapman Publication.
Cheng, Yin Cheong. (1996). School Effectiveness and School-Based Manegement: A Mechanismfor Development. London: The Falmer Press.
Cooper, Carry L. dan Makin, Peter (1995) Psychology For Managers. New York: Macmilan.
Cresswell, John. (2004) School Issues Digest, School Effectiveness. Canbera: Australian Goverment: Depertemen of Education, Science, and Training.
Daft, Richard L. (2001) Essential of Organization Theory and Design. Michigan: South-western College pub.
Damodiharjo, Darji. (1982). Petunjuk Pelaksanaan Tentang Sekolah SebagaiPusat Kebudayaan dan Peningkatan Ketahanan Sekolah. Jakarta : Depdikbud
Delliarnov. (1996). Motivasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. [19] Dendasurono. (1987). Pembinaan kompetensi mengajar. Jakarta: lembaga penelitian IKIP Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1985). Modul Tenaga Kependidikan Berdasar.Kompetensi. Jakarta: Universitas Terbuka. Buku II.
Dessler, Garry (1992). Organization Theory: Integrating Structure and Behavior. Singapore: sinion & Schuster Asia.
Downing, William F and Leonardo R. Sayles, (1978). How Maneger Motivate: The ImperativeSupervision, New York: Mc Graw Hill Book Company.
Eggen, Paul and D. Kauchak, (2004). Education psychology windows from classroom, New Jersey: Person Education International.
Everard, K.B, Morris Geoffrey, dan Wilson, ian (2004). Effective School Management, London: paul chapman publishers.
Fadjar, Malik. (1995). Reorientasi Pendidikan Islam, Jakarta: Fadjar Dunia.
Fadjar, Malik. (1998). Madrasah dan Tantangan, Bandung: Mizan.


